Subscribe:

Pages

Jumat, 02 November 2012

Ngemil Saat Olahraga Bisa Jadi Kurang Gizi

Setelah latihan olahraga, biasanya kita akan merasa lapar dan cenderung ingin ngemil. Aneka makanan dengan citarasa yang asin, berlemak, atau manis, rasanya terus terbayang di benak kita. 



Menurut Joanne Casulli, ahli kesehatan holistik dan nutrisi dari Scottsdale, Arizona, rasa ingin ngemil setelah berolahraga bisa saja berarti Anda kekurangan gizi yang diperlukan dalam tubuh.

"Keinginan menyantap sesuatu setelah latihan bisa diisyaratkan sebagai sebuah pesan dari otak bahwa tubuh kehabisan sesuatu yang penting untuk menjalankan fungsi perbaikan, pengembangan, dan pertumbuhan sel," ungkap Joanne.

Apa saja makanan yang biasanya ingin kita konsumsi usai berolahraga, dan bagaimana menghindari mengonsumsi makanan ini secara berlebihan?
1. Makanan gurih
Ngidam makanan gurih merupakan sebuah pertanda bahwa tubuh mengalami dehidrasi. Selain itu, tubuh mungkin juga kekurangan sodium dan mineral natrium. Untuk mengatasinya, biasakan untuk banyak minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Minuman elektrolit bisa jadi pilihan baik untuk mengatasi dehidrasi, namun hindari mengonsumsi sport drinks yang banyak mengandung gula.

2. Makanan berlemak
Meski konsumsi makanan berlemak harus dihindari, terutama saat diet dan setelah berolahraga, namun keinginan untuk menyantap makanan berlemak pasti sulit dibendung. Apalagi, jika hobi olahraga tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan. Keinginan makan makanan berlemak merupakan tanda bahwa tubuh Anda memang kekurangan asupan lemak. Namun hal ini bisa disiasati dengan mengonsumsi kacang-kacangan dan minyak zaitun.

3. Makanan manis
Menahan keinginan untuk makan makanan manis memang terbilang sulit. Jika Anda begitu menginginkannya, mungkin Anda sedang membutuhkan protein tambahan atau karbohidrat. "Ingin makan gula merupakan tanda bahwa otak memberitahu kita, salah satu sumber energi dalam tubuh sudah menipis," katanya.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah menyantap nasi merah atau gandum untuk membantu menjaga kadar gula darah. Konsumsi ikan, ayam, dan putih telur juga bisa membantu mengatasi masalah ini. 


Sumber: FabFitFun

Rabu, 20 Juni 2012

Cara Menggemukkan Badan Berdasar Rekomendasi Ahli Gizi

Cara menggemukkan badan – Berat badan yang begitu rendah tentunya memiliki resiko bagi diri, seperti rentan terhadap penyakit (kesehatan) hingga pada penampilan yang kurang begitu sedap dipandang (penampilan fisik). Sebenarnya, faktor penentu suksesnya cara menggemukan badan ada yang dipengaruhi dari dalam diri,hal-hal tersebut antara lain :
1. Faktor Metabolisme Tubuh
Setiap orang memiliki perbedaan kemampuan dalam menyerap makanan, atau bisa juga memang kita terjangkit oleh penyakit pencernaan. Untuk penyakit pencernaan yang paling banyak kita temui adalah penyakit cacing pada anak, sedangkan pada orang dewasa beberapa penyakit neurologi dapat berpengaruh terhadap masalah faktor metabolism tubuh (apalagi ditambah stress, depresi, dan sebagainya). Konsultasi kepada dokter akan sangat membantu .
2. Hormon
Faktor hormon dalam aktivitas hidup sangatlah berpengaruh, termasuk dalam pertumbuhan dan penyerapan makanan. Bagi wanita misalnya, hormon esterogen dari penelitian memiliki peran dalam menghambat pertumbuhan.
3. Genetika
Faktor genetika juga salah satu yang tidak kalah penting. Dalam suatu kelompok atau ras kita bisa menilai sendiri bagaimana peranan genetika dalam pertumbuhan.
Beberapa hal diatas adalah faktor dari dalam tubuh yang tidak kita rencanakan. Namun bagaimana cara menggemukkan badan sesuai keinginan dengan perencanaan tertentu?

cara menggemukkan badan

Jika anda mencari informasi di media cetak maupun elektronik, mungkin anda akan menemukan beberapa sarancara menggemukan badan seperti :
Menambah Porsi Makan
Sulit jika pernyataan ini harus dibenarkan, tapi juga tidak salah 100%. Yang penting bagaimana kita memahaminya sesuai anjuran ahli gizi. Menambah porsi makan tidak serta merta dilakukan dengan sembarang, mulailah dengan menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh) kemudian menilai jumlah kebutuhan. IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2, misalnya kita mempunyai BB = 50 kg, TB = 160 cm, maka IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53. Berikut penjelasan hasilnya :
IMT < 17.0 : Gizi Buruk
IMT 17.0 – 18.5 : Gizi Kurang
IMT 18.5 – 25.0 : Normal
IMT 25.0 – 27.0 : Gizi berlebih
IMT > 27.0 : beresiko
Jika anda berada dalam kategori gizi buruk atau gizi kurang, mulailah untuk menentukan program peningkatan porsi makan sebagai cara menggemukkan badan. Bisa jadi yang anda tingkatkan bukan kuantitas makanan, melainkan dari kualitas makanan anda. Tentunya hal tersebut lebih baik.
Minum Yang Banyak
Hal ini dapat anda lakukan demi menjaga system pencernaan anda.
Multivitamin
Multivitamin? Konsultasikan kepada ahli gizi, karena banyak mengkonsumsi bahan kimia dapat merusak organ tubuh seperti hati.
Olahraga dan Istirahat Yang Cukup
Untuk yang satu ini tentu sudah sepakat bahwa ini adalah cara menggemukan badan yang efektif.
Semoga 4 cara menggemukkan badan di atas membantu anda.

Sabtu, 19 Mei 2012

Konsep GIZI Seimbang

Pengantar

Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia adalah masalah gizi kurang dan gizi lebih. Polapertumbuhan dan status gizi merupakan indikator kesejahteraan. Oleh karena itu, perlu adanyaprogram gizi yang berguna untuk mendorong kedua hal tersebut.

Masalah gizi menyebabkan kualitas SDM menjadi rendah. Adapun tujuan program pangan dan giziyang dikembangkan untuk mencapai Indonesia Sehat 2010 adalah :

  1. Meningkatkan ketersediaan komoditas pangan pokok dengan jumlah yang cukup, kualitasmemadai dan tersedia sepanjang waktu melalui peningkatan produksi dan penganekaragaman serta pengembangan produksi olahan.
  2. Meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memantapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
  3. Meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yg baik dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih.
  4. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi untuk mencapai hidup sehat.

Sejarah Gizi Seimbang

Pada tahun 1992 diselenggarakan konggres gizi internasional di Roma. Konggres tersebut membahas pentingnya gizi seimbang untuk menghasilkan kualitas SDM yang handal. Hasilnya adalah rekomendasi untuk semua negara menyusun PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang). Sebenarnya di Indonesia, pada tahun 1950 pernah diperkenalkan pedoman 4 sehat 5 sempurna, yang kemudian setelah adanya konggres gizi internasional di Roma dikembangkan PUGS pada tahun 1995.
Slogan 4 sehat 5 sempurna merupakan bentuk implementasi PUGS dan terdapat 13 pesan dalamPUGS.

Pengertian Gizi Seimbang

Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Dirjen BKM, 2002).
Menu seimbang : menu yang terdiri dari beranekaragam makanan dengan jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2001)
Peranan berbagai kelompok bahan makanan tergambar dalam piramida gizi seimbang yang berbentuk kerucut. Populer dengan istilah “TRI GUNA MAKANAN”.


Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan yang digambarkan di dasar kerucut.
Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayuran dan buah-buah digambarkan bagian tengah kerucut.

Ketiga, sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan, digambarkan bagian atas kerucut.



Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang

  1. Ekonomi (terjangkau dengan keuangan keluarga)
  2. Sosial budaya (tidak bertentangan)
  3. Kondisi kesehatan
  4. Umur
  5. Berat badan
  6. Aktivitas
  7. Kebiasaan makan (like or dislike).
  8. Ketersediaan pangan setempat.

13 Pesan Umum Gizi Seimbang

  1. Makanlah aneka ragam makanan.
  2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.
  3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi.
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi.
  5. Gunakan garam beryodium.
  6. Makanlah makanan sumber zat besi.
  7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.
  8. Biasakan makan pagi.
  9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya.
  10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
  11. Hindari minuman yang beralkohol.
  12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
  13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

Pesan 1: Makanlah aneka ragam makanan

Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat untuk kesehatan. Makanan harus mengandung unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kuantitas maupun kualitas.
Idealnya, ada zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

Pesan 2: Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi

Kebutuhan energi dapat tercukupi dengan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, proteindan lemak. Tanda kecukupan energi dapat dipantau dengan keadaan berat badan yang normal. Pemantauan berat badan dilakukan pada bayi, balita dan usia sekolah dengan menggunakan KMS; pada orang dewasa dengan penghitungan IMT (Indeks Massa Tubuh); dan pada lansia dengan KMS Usila.
Kelebihan energi disimpan dalam bentuk lemak/ jaringan lain. Bila kelebihan tersebut berlanjut maka akan timbul penyakit (hipertensi, jantung, DM, dll). Sedangkan untuk menutupi kekuranganenergi, diambilkan cadangan energi dari jaringan otak/ lemak. Bila keadaan ini berlanjut sebabkan penurunan daya kerja/ produktivitas kerja, prestasi belajar dan kreativitas, penurunan BB dan kekurangan gizi lain.

Pesan 3: Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi

Dua kelompok karbohidrat adalah karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Golongankarbohidrat kompleks: padi-padian (beras, jagung, gandum); umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) serta tepung, sagu dan pisang. Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih lama sehingga tidak membuat mudah lapar.
Golongan karbohidrat sederhana : gula (menyebabkan mudah lapar).
Pembatasaan konsumsi gula dianjurkan sampai 5% dari jumlah kecukupan energi atau ± 3 – 4 sendok makan setiap hari.
Apabila energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat kompleks (selain gula) melebihi 60% atau 2/3 bagian dari energi yang dibutuhkan, maka kebutuhan protein, vitamin dan mineralsulit dipenuhi.

Pesan 4: Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi

Adapun guna lemak dan minyak adalah untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapanvitamin A, D, E, K dan menambah lezat hidangan.
Tiga golongan lemak: lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda (paling mudahdicerna), lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (mudah dicerna), dan lemakyang mengandung asam lemak jenuh (sulit dicerna).
Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal: berasal darinabati, kecuali minyak kelapa. Sedangkan makanan sumber asam lemak jenuh: berasal darihewani.
Konsumsi lemak dan minyak kurang sama dengan 10% dan tidak lebih dari 25 % dari kebutuhanenergi. Komposisi konsumsi lemak nabati: hewani= 2 : 1

Kebiasaan mengkonsumsi lemak hewani berlebihan menyebabkan penyempitan pembuluh daraharteri dan penyakit jantung koroner. Sedang makan ikan mengurangi risiko penyakit jantungkoroner, oleh karena lemak ikan mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 berperan mencegah terjadinya penyumbatan lemak pada dinding pembuluh darah.

Pesan 5: Gunakan garam beryodium

Garam beryodium yang dianjurkan adalah garam dg KIO3 (Kalium iodat) sebanyak 30-80 ppm. Sesuai Keppres No. 69 tahun 1994 menyatakan bahwa kekurangan yodium dapat mengakibatkan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium); gondok; kretin dan penurunan IQ.
Indonesia kehilangan 140 juta IQ point akibat GAKY .
Dasar penghitungan klasifikasi pengurangan point IQ adalah :

Kretin (GAKY berat)50 poin
Gondok5 poin
Bayi di daerah GAKY10 poin
GAKY bentuk lain10 poin

Catatan :
Rata-rata IQ manusia normal = 110
IQ dibawah 80 point tergolong bodoh
IQ point merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam hal berpikir, memecahkan masalah dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
Anjuran pemberian yodium :

Anak SD (daerah endemik berat)1 kapsul / tahun
Wanita usia subur (WUS)2 kapsul / tahun @ 200 mg
Ibu hamil1 kapsul / tahun
Ibu menyusui1 kapsul / tahun selama menyusui

Konsumsi garam beryodium ± 6 gram per hari/ 1 sendok teh.
Mutu garam baik dengan Tes Kit Yodina. Hasil warna garam yang bermutu baik adalah biru keunguan.

Pesan 6: Makanlah makanan sumber zat besi

Fe merupakan unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan Fe dapat berakibatAnemia Gizi Besi (AGB). Adapun Tanda-tanda AGB : pucat, lemah lesu, pusing dan penglihatan berkunang-kunang; kadar Hb kurang dari normal.
Resiko AGB bagi ibu hamil adalah BBLR, perdarahan dan kematian. Bagi anak-anak adalah kemampuan belajar turun. Sedangkan bagi orang dewasa adalah penurunan produktivitas kerja.
Sumber utama zat besi adalah bahan pangan hewani dan kacang-kacangan serta sayuran berwarna hijau tua. Zat besi Fe pangan asal hewani/haeme lebih mudah diserap (10-20%) daripada zat besipangan asal nabati/non haeme (1-2%).
Insidensi atau angka kejadian AGB di Indonesia : tidak lebih sama dengan 63% bumil dan 55%balita.
Zat gizi yang membantu penyerapan Fe diantaranya protein hewani seperti daging, ikan dan telur,vitamin C, vitamin A, Zink (Zn) dan asam folat.
Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil adalah 1 TTD selama 90 hari. Untuk balita dapat diberikan preparat besi dalam bentuk sirup. Kandungan 1 TTD = 200 mg ferrosulfat = 60 mg besi elemental + 0,25 mg asam folat.

Pesan 7: Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya

ASI merupakan makanan terbaik bayi. Pemberian : 0-6 bulan (ASI Eksklusif = pemberian ASI saja tanpa makanan lain). Kegagalan ASI Eksklusif sebabkan jumlah sel otak berkurang 15-20%.
MP-ASI: makanan/ minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Pesan 8: Biasakan makan pagi

Manfaat makan pagi adalah untuk memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahantubuh, meningkatkan produktifitas kerja dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Kebiasaan makan pagi, membantu memenuhi kecukupan gizi sehari-hari. Sedangkan resiko tidak membiasakan makan pagi adalah gangguan kesehatan yang berupa menurunnya kadar gula darah.

Pesan 9: Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya

Air yang kita minum harus bersih dan aman (bebas dri kuman). Fungsi air dalam tubuh adalah untuk melancarkan transportasi zat gizi dlm tubuh; mengatur keseimbangan cairan dan garammineral dalam tubuh; mengatur suhu tubuh; melancarkan dlm buang air besar dan buang air kecil.
Kebutuhan air minum ± 2 liter sehari/ 8 gelas sehari, dengan kecukupan air minum dapat mencegah dehidrasi dan menurunkan resiko batu ginjal.

Pesan 10: Lakukan aktivitas fisik secara teratur

Manfaat dari melakukan aktifitas fisik adalah meningkatkan kebugaran; mencegah kelebihanberat badan; meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot; memperlambat proses penuaan.Olahraga teratur disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan kondisi kesehatan. Salah satunya dengan membiasakan jalan kaki dengan jarak tempuh ± 50-100 m.

Pesan 11: Hindari minuman yang beralkohol

Alkohol mengandung energi, tapi tidak terdapat unsur gizi lain. Akibat kebiasaan minum minuman beralkohol adalah terhambatnya proses penyerapan gizi; hilangnya zat-zat gizi yang penting, meski mengkonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup; kurang gizi; penyakit gangguanhati; kerusakan saraf otak dan jaringan. Sedangkan efek samping minuman alkohol: sering buang air kecil, ketagihan dan hilang kendali diri.

Pesan 12: Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan

Selain bergizi lengkap dan seimbang, makanan juga harus layak konsumsi (aman untukkesehatan). Syarat makanan aman adalah “wholesome” (zat-zat gizi tidak banyak yang hilang dan bentuk fisiknya masih utuh. Kecuali, bila makanan sengaja akan diolah dan diubah bentuk fisiknya).
Ciri makanan yang tidak sehat adalah berlendir, berjamur, aroma dan rasa berubah; lewat tanggal kadaluwarsa dan rusak pada kemasan; terdapat zat/ bahan pengawet; cara pengolahan yang tidak benar.

Pesan 13: Bacalah label pada makanan yang dikemas

Label adalah keterangan tentang isi, jenis, ukuran bahan-bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadaluwarsa dan keterangan penting lain.
Beberapa singkatan yang lazim digunakan dalam label antara lain:

MDMakanan yang dibuat di dalam negeri
MLMakanan luar negeri (import)
ExpTanggal kadaluarsa, artinya batas waktu makanan tersebut masih layak dikonsumsi. Sesudah tanggal tersebut, makanan tidak layak dikonsumsi
SNIStandart Nasional Indonesia (keterangan mutu makanan telah sesuai dengan persyaratan)
SPSertifikat penyuluhan

Referensi
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Auliana, R. Gizi Dan Pengolahan Pangan. Mitra Gama Widya, Jakarta, 1999.
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. Buku Panduan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang. Jakarta, 2002.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Hananto, W. Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil, Dan Menyusui Dengan Bahan MakananLokal. Sagung Seto, Jakarta, 2002.
Soekirman. Perlu Paradigma Baru Untuk Menanggulangi Masalah Gizi Makro Di Indonesia. Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), 2000.
www.gizi.net.

3 Masalah GIZI yang Sering Menyerang Remaja

Remaja tetap membutuhkan asupan nurisi yang baik agar perkembangan dan pertumbuhannya lebih maksimal. Namun ada beberapa masalah gizi yang kerap menyerang kaum remaja.

Saat remaja terjadi perubahan fisiologis yang bisa mempengaruhi kebutuhan gizi termasuk untuk pertumbuhan yang cepat, biasanya pertumbuhan cepat lebih banyak terlihat pada remaja laki-laki. Namun remaja kadang memilih makanan yang tidak tepat sehingga mempengaruhi asupan gizi yang masuk ke tubuhnya.

Berikut ini beberapa masalah gizi yang banyak menyerang kaum remaja, seperti dikutip dari BBCHealth, Senin (16/1/2012) yaitu:

1. Kekurangan zat besi
Kondisi ini merupakan hal yang paling umum dijumpai. Pertumbuhan yang cepat ditambah dengan gaya hidup dan pilihan makanan yang buruk bisa mengakibatkan remaja mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, terutama pada remaja putri ketika ia sudah mengalami menstruasi.

Sumber makanan utama yang mengandung zat besi adalah daging merah, sereal, buah kering, roti dan sayuran berdaun hijau. Sumber zat besi yang berasal dari non-daging membutuhkan asupan nutrisi lain untuk meningkatkan penyerapannya seperti makanan kaya vitamin C (jeruk, blackcurrant dan sayuran berdaun hijau), sedangkan zat tanin yang terkandung dalam teh bisa mengurangi penyerapan zat besi.

2. Kekurangan kalsium
Survei menemukan sekitar 25 persen remaja memiliki asupan kalsium lebih rendah dari yang direkomendasikan sehingga berdampak terhadap kesehatan tulangnya di masa depan, salah satunya adalah osteoporosis yang membuat tulang rapuh dan mudah patah.

Tulang akan terus tumbuh dan diperkuat sampai usia 30 tahun dan masa remaja adalah waktu yang sangat penting untuk perkembangan ini. Nutrisi yang diperlukan seperti vitamin D, kalsium dan fosfor.

Sumber kaya kalsium yang sebaiknya dikonsumsi adalah susu dan produk susu, misalnya segelas susu, 150 gram yogurt dan sepotong keju ukuran kecil. Jika tidak bisa mengonsumsi produk susu, maka konsumsilah susu kedelai yang sudah difortifikasi, atau jika takut dengan kandungan lemak pilihlah susu yang rendah lemak (low fat).

3. Kekurangan gizi akibat salah diet
Berbagai studi melaporkan kaum remaja terutama perempuan banyak yang tidak puas dengan berat badannya, sehingga melakukan diet dengan cara yang salah seperti melewatkan waktu makan, menghindari daging merah, tapi mengonsumsi makanan ringan dan bergula.

Hal ini bukanlah pilihan yang tepat dan sehat karena pada usia tersebut tubuh mengalami percepatan pertumbuhan yang menuntut adanya peningkatan nutrisi. Jika diet yang dilakukan salah maka tubuh akan mendapatkan nutrisi yang penting dalam jumlah kecil atau tidak sama sekali.

Sebaiknya konsumsilah makanan secara masuk akal, olahraga teratur, mengurangi makanan bergula dan banyak lemak untuk mengurangi kelebihan kalori sambil tetap mempertahankan nutrisi yang masuk. Selain itu masa-masa remaja merupakan waktu yang banyak menyebabkan perkembangan gangguan makan.

Blogger news

Pengikut

Blogger templates